Perkosa Turis China di Bali, Pemandu Wisata asal Surabaya Ditangkap Polisi!

Denpasar – Seorang guide atau pemandu wisata bernama Faisal Akbar Ramadhan ditangkap polisi. Pria berusia 29 tahun asal Surabaya, Jawa Timur, itu dibekuk lantaran diduga memerkosa turis asal China berinisial HJT di Bali.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengungkapkan Faisal ditangkap di sebuah hotel di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali. Fajar diamankan oleh sekuriti hotel dan teman korban setelah merudapaksa perempuan China itu. Kasus tersebut lantas dilaporkan ke polisi.

“Saat ini pelaku sudah diamankan di Sat Reskrim Polresta Denpasar, sedang menjalani pemeriksaan dan penyidikan secara intensif,” kata Sukadi dalam keterangannya, Sabtu (10/2/2024).

Saat diinterogasi polisi, Faisal mengaku awalnya menawarkan diri sebagai pemandu sekaligus sopir pribadi HJT selama berwisata di Pulau Dewata. HJT dan temannya menggunakan jasa Faisal untuk mengantar dan menemani mereka ke tempat hiburan malam pada Rabu (7/2/2024).

“Mereka sempat menikmati hiburan dan minum alkohol hingga pukul 01.00 Wita. Setelah itu, korban dan temannya meminta tersangka untuk mengantar mereka kembali ke hotel di kawasan Nusa Dua,” ungkap Sukadi.

Bukannya mengantarkan turis China itu ke hotel tempat mereka menginap, Faisal justru membawa mereka ke hotel lain di kawasan Benoa. Faisal lantas mengajak HJT masuk ke kamar hotel tersebut dengan alasan mengambil hadiah untuk diberikan kepada temannya

Saat itulah Faisal melancarkan niat bejatnya dan memerkosa perempuan China berusia 26 tahun tersebut. Menurut Sukadi, HJT yang dalam kondisi mabuk sempat berusaha menyelamatkan diri. Tapi, upaya tersebut gagal.

“Korban berusaha melakukan perlawanan dengan pelaku, tetapi pelaku menutup wajah korban dengan bantal dan menyetubuhi korban,” imbuh Sukadi.

Kini, Faisal dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan. Ia terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*