Ngeri! Ini Akibat Kalau Instalasi Listrik Gak Sesuai Standar

Petugas memeriksa meteran listrik di Rusun Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (8/1/2018).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus melakukan pengawasan dalam instalasi sistem kelistrikan di Indonesia. Pasalnya, cukup banyak insiden kecelakaan listrik yang terjadi di masyarakat akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar.

Inspektur Ketenagalistrikan Ditjen Ketenagalistrikan Suryo Utomo mengatakan terdapat beberapa insiden yang ditimbulkan akibat pemasangan instalasi listrik yang amburadul. Mulai dari kejadian masyarakat yang kesetrum, korsleting listrik hingga yang paling parah kebakaran.

Ia pun mencontohkan mengenai insiden yang ditimbulkan dari instalasi pemasangan listrik yang tidak sesuai standar di beberapa Penerangan Jalan Umum (PJU). Misalnya seperti yang terjadi di Jl. Mangga Dua Selatan Jakarta Pusat pada 2003 silam, satu orang anggota Marinir TNI menjadi korban.

Saat itu, diketahui terdapat 2 anggota marinir TNI AL inisial M dan MJ melintasi TKP menggunakan sepeda motor, karena ada genangan air maka mesin dimatikan dan motor didorong. MJ kemudian menuntun sepeda motor di jalan raya sedangkan M berjalan di atas pembatasan jalan.

Namun tiba-tiba di TKP, M tersengat arus listrik dan kemudian terjatuh. Adapun korban lalu dilarikan ke RS TNI AL Mintohardjo, meski begitu nyawa korban tidak tertolong.

“Ada korban 1 orang anggota Marinir dugaannya adalah dia tersetrum di panel bekas PJU kebetulan lokasi saat itu sedang banjir korban berjalan di sekitar TKP tiba-tiba dia mungkin menyentuh dan tersetrum dia gak tertolong diduga kondisi kabel yang gak baik,” ujarnya dalam FDP Kupas Tuntas Risiko Bahaya Listrik, Rabu (12/4/2023).

Insiden berikutnya yakni berlokasi di Jl. Pedurenan Masjid No. 18 RT 10 RW 4, Setia Budi Jakarta Selatan pada tahun 2007. Adapun korban berinisial S diketahui baru berusia 6 tahun pada saat kejadian berlangsung.

Kebetulan pada saat itu, di sekitar TKP menjelang magrib kondisi hujan lebat. Hal tersebut kemudian menyebabkan tiang PJU menjadi basah dan terdapat genangan air tepat di bawah tiang PJU, secara tidak sengaja korban menyentuh tiang PJU kemudian tersengat arus listrik hingga tewas.

“Jadi di situ diduga ada arus hubung singkat terus menerus dan arusnya gak bisa diputus di panel pengaman sehingga menimbulkan arus listrik sehingga ketika anak itu menyentuh tiang PJU tersengat arus listrik dan meninggal dunia,” katanya.

Insiden berikutnya berlokasi di Halte Bus Rawasari Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Minggu, 13 Mei 2012. Adapun akibat insiden kecelakaan listrik ini diketahui korban inisial MD meninggal dunia di usia 39 tahun.

Awalnya korban MD sedang tiduran di tempat tidur gantung yakni hammock yang dipasang antara pohon dan tiang PJU. Adapun kaki korban diketahui menyentuh tiang PJU dan tangan korban memegang pagar besi yang berada di dekat dengan tiang PJU.

Kemudian korban pun tersengat aliran listrik, korban MD lalu dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan. Namun yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia.

“Lagi tiduran di hammock, dia menyentuh tiang PJU diduga ada arus bocor di tiang PJU dia meninggal dunia. Ini hammock jadi di sekitar itu selain 1 tiang PJU ada 3 tiang PJU lain yang sambungannya hanya menggunakan isolasi gak ada penutupnya sehingga ketika bersentuhan langsung dengan PJU nya berbahaya,” katanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*