Kendaraan Setrum Mengaspal, RI Bisa Hemat Rp74,25 T di 2035

Mobil listrik Esemka Bima EV dan Esemka Bima 1.3 di IIMS 2023. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Pemerintah terus berupaya menggenjot ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di Indonesia. Pasalnya, peralihan ke kendaraan listrik berpotensi menekan besaran kompensasi BBM bersubsidi hingga US$ 5 miliar atau Rp 74,25 triliun (asumsi kurs Rp 14.850 per US$) per tahun pada 2035.

Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho menilai tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia diprediksi akan meningkat secara signifikan. Bahkan produksi kendaraan listrik untuk roda dua pada 2030 diperkirakan bakal tembus 9 juta unit, sementara untuk roda empat hampir mencapai 600 ribu unit.

Menurut Toto potensi pengurangan konsumsi BBM yang semula berasal dari impor bisa digantikan dengan listrik yang dihasilkan dari pembangkit domestik. Adapun potensi pengurangan impor BBM pada tahun 2023 di proyeksi bisa mencapai 23 juta barel per hari.

“Potensi kita di 2035 bisa mengurangi impor hampir 23 juta barel per tahun. Mungkin US$ 4-5 miliar per tahun,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII, Rabu (12/4/2023).

Di samping penghematan tersebut, penggunaan kendaraan listrik juga berpotensi mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor transportasi. Pengurangannya setidaknya hampir mencapai 9 juta ton CO2 equivalent per tahun.

“Itu hampir 9 juta per ton per tahun 6-8% dari total transportasi jadi itu hal sangat strategis dan dari sisi energi itu sesuatu game changer kalau kita menerapkan ekosistem EV,” ujarnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*