Jreng! IFG Butuh PNM Rp 3 T Untuk Tuntaskan Masalah Jiwasraya

Indonesia Financial Grup (IFG). (Dok. IFG)Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) atau Indonesia Financial Group (IFG) membutuhkan tambahan modal dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun guna menyelesaikan permasalahan Asuransi Jiwasraya. Besaran tersebut untuk menutupi biaya Rp8 triliun yang dibutuhkan IFG untuk pemindahan polis Jiwasraya ke IFG Life yang tersisa.

Dari total liabilitas yang harus dialihkan ke IFG Life sebesar Rp 38,2 triliun, sudah berhasil dipindahkan Rp 30,8 triliun. Maka, saat ini masih ada liabilitas polis Jiwasraya sebesar Rp 7,4 triliun yang belum dipindahkan karena keterbatasan rasio kesehatan atau risk based capital (RBC) sudah mencapai 127,9%.

“Sehingga kebutuhan pendanaan untuk mengalihkan polis yang tertinggal, setelah dimasukkan permodelan untuk mencapai RBC 135% dibutuhkan Rp 7,2 triliun,” papar Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko pada Rapat Kerja (raker) dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (12/4/2023).

Dengan biaya perpajakan Rp 344,53 miliar, total kebutuhan IFG Life untuk menyelematkan polis Jiwasraya sebesar Rp 8,02 triliun.

Untuk memenuhi kebutuhan biaya itu, Hexana memaparkan ada PMN dari aset tipikor yang disita oleh Kejaksaan Agung sebesar Rp3,1 triliun dan fundraising tambahan dari kekuatan internal IFG Life sebesar Rp1,91 triliun. Maka dibutuhkan Rp3 triliun lagi dari PMN untuk menuntaskan liabilitas polis JIwasraya.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Kementerian BUMN telah meneruskan permohonan biaya PMN ini ke Kementerian Keuangan.

“Kami mohon dukungan agar ini dapat direalisasi di kuartal III tahun 2023. Dan sekarang prosesnya sedang berjalan,” ujar Hexana.

Perlu diketahui, kerugian Asuransi Jiwasraya yang sebesar Rp30,8 triliun telah ditebus Rp28 triliun dari PNM tunai. Sementara penebusan Rp6,7 triliun dari fundraising. Sebanyak Rp7,8 triliun polis belum dialihkan ke IFG Life.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*